Rabu, 20 April 2011

Mau sukses, pelajari kompetitor Anda


Setiap orang ingin mencapai kesuksesan dalam segala hal yang dijalaninya. Mulai dari sekolah, keluarga, bisnis hingga mendapatkan pasangan hidup yang disukainya. Ada kalanya kesuksesan didapat dengan mudah, adakalanya anda membutuhkan perhatian khusus untuk mencapainya dan tak jarang dalam mencapai kesuksesaan kita mengalami kegagalan.
Namun sebenarnya tidak ada kegagalan, itu hanya sukses yang tertunda. Untuk itu kadang kita perlu memompa diri kita dan memotivasi diri kita untuk bersemangat lagi mencapai target kita. Ada banyak cara untuk memompa semangat Anda seperti mendengarkan seminar motivasi diri, berkumpul dengan sahabat untuk saling berbagi pengalaman dan ide baru, membaca buku seperti yang saya lakukan sekarang.
Saya baru saja membeli buku berjudul Increase Your financial IQ karya Robert T Kiyosaki di Gramedia. Saya rekomendasikan Anda untuk membaca buku ini karena berisi banyak konsep untuk meningkatkan kecerdasan bisnis Anda. Saya menggunakan area bisnis sebagai contoh dari artikel ini hanya untuk mempermudah saya menjelaskan konsep saya tentang kompetisi. Tentunya konsep ini bisa diterapkan dalam hal lain.
Dalam dunia bisnis kita selalu berhadapan dengan sebuah market atau pasar. Kita memiliki produk atau jasa yang siap dipasarkan ke customer kita. Namun sayangnya kita tidak sendirian dalam menjual produk dan jasa. Kita memiliki kompetitor di setiap area bisnis. Bagi orang yang berpikir negatif maka ia akan menganggap kompetitor adalah sesuatu yang merugikan bagi bisnis Anda.
Tapi tunggu dulu saya akan berusaha memaparkan beberapa fakta yang mungkin mencengangkan tentang kompetisi. Bisnis yang berjalan baik dalam artian berkembang ke arah yang baik akan memiliki kompetisi yang baik pula. Tanpa kompetisi maka kita akan malas untuk melakukan inovasi karena toh customer akan tetap membeli produk kita karena tidak ada pilihan lain.
Namun jika anda memiliki kompetitor yang baik maka Anda akan selalu berusaha untuk mencari ide-ide baru yang lebih kreatif dan inovatif sehingga customer tertarik membeli produk kita. Kompetisi yang baik bukan berarti harus saling menjatuhkan, kita harus memelihara kompetitor kita yang baik. Betul kompetitor yang baik, kompetitor yang tidak baik akan menggunakan cara-cara busuk untuk menjegal produk Anda. Mereka bukannya berusaha meningkatkan kualitas produknya, namun mencari cara untuk menjatuhkan Anda dari belakang, contohnya menjelek-jelekan produk Anda, merusak fasilitas Anda dll.
Di dunia barat atau negara yang maju, perusahaan yang sehat selalu menjaga kompetisi yang sehat. Mereka mempelajari inovasi terbaru kompetitornya kemudian mereka juga akan berusaha untuk mencari ide original lainnya atau setidaknya lebih baik dari inovasi kompetitor tersebut.
Pernah tidak kita memperhatikan di sekitar kita, banyak toko baru yang buka di sebelah toko yang sudah sukses. Orang yang takut tidak akan berani melakukan ini, tapi kenyataannya toko baru tersebut seringkali mencapai kesuksesaan seperti yang dicapai toko sebelahnya. Mengapa demikian? karena mereka mempelajari kompetisi tersebut.
Coba bayangkan, customer sudah pasti akan sering lalu lalang di depan toko yang sudah sukses dan tentunya iya akan melirik toko Anda bukan. Jika Anda memiliki tampilan yang menarik tentunya customer tersebut tidak akan segan-segan mengunjungi toko Anda dan bahkan akan membeli di toko Anda.
Bagi toko yang sukses ini berarti ia harus lebih inovatif lagi karena sudah ada kompetitor yang berani bersaing dengannya. Dari sisi customer tentunya juga akan menguntungkan karena mereka akan mendapatkan kualitas layanan yang lebih baik. Jadi kompetisi yang sehat menguntungkan semua pihak.
Kesuksaan dalam berbisnis salah satunya ditentukan oleh bagaimana Anda menjalani kompetisi yang sehat. Pelajari kompetitor Anda dan berpikir kreatif dengan inovasi yang lebih baik. Pecundang akan berpikir saya tidak akan bisa mengalahkan raksasa itu. Tapi orang positif akan berpikir saya memiliki kemampuan untuk sukses seperti yang dicapai oleh perusahaan tersebut.
Jadi konsep ini sangatlah sederhana, pelajari kompetitor Anda dan lakukan kompetisi yang sehat. Seperti yang saya sebutkan di atas bahwa konsep ini bisa Anda terapkan pada area lain seperti prestasi sekolah, prestasi olah raga, maupun dalam mencari pasangan hidup. Semoga bermanfaat.

Motivasi Kisah penebang kayu.


Suatu ketika seorang penebang kayu muda mencari pekerjaan ke pedagang kayu, dan mendapatkan pekerjaan itu. Upah yang diberikan lebih dari cukup dan lingkungan pekerjaannya sangat bagus. Dengan alasan tersebut, si penebang kayu bertekad untuk melakukan yang terbaik untuk pekerjaan barunya.
Pedagang kayu memberikan ia sebuah kapak dan kemudian menunjukan lokasi penebangan.
Hari pertama penebang kayu berhasil membawa 18 pohon ke pedagang kayu. Pedagang kayu senang dengan hasil kerja si penebang kayu. Dan memberikan banyak pujian ke diri si penebang. Termotivasi dengan kata-kata si pedagang kayu, si penebang kayu berusaha lebih keras hari berikutnya. Tapi hari itu ia cuma bisa menebang 15 pohon. Kemudian ia mencoba lebih keras lagi pada hari berikutnya, tapi tetap saja hasilnya sedikit dan malah berkurang menjadi 10 pohon.
Hari demi hari hasil tebangnya menurun. Kemudian suatu hari si penebang kayu datang menghadap pedagang kayu dan mengajukan untuk berhenti kerja karena sudah tidak kuat untuk menebang kayu. Si pedagang kayu bertanya : “kapan terakhir kali kamu mengasah kapak kamu?”
“Mengasah?”, si penebang agak terkejut, “Saya belum pernah mengasah kapak, saya terlalu sibuk dengan pekerjaan menebang pohon”
Moral yang bisa kita petik dari kisah ini : Bekerja keras tidaklah cukup, seseorang harus tetap mengasah keterampilannya.

Kisah tentang dua pemancing.

Dikisahkan, dua orang pergi memancing. Satu orang adalah pemancing yang berpengalaman dan satunya tidak. Ketika pemancing berpengalaman mendapatkan ikan besar, ia selalu memasukan ke dalam kotak es. Sedangkan pemancing tak berpengalaman jika mendapatkan ikan besar pasti dilepasnya.
Awalnya pemancing yang berpengalaman menghiraukan hal yang berulang kali dilakukan oleh pemancing tak berpengalaman. Akhirnya karena penasaran, ia menanyakan : “Kenapa anda selalu membuang kembali jika mendapatkan ikan yang besar”.
Si pemancing tak berpengalaman menjawab : “Karena saya hanya memiliki panci memasak yang kecil, jadi ikan yang besar tidak cukup untuk dimasukkan ke dalam panci kecil tersebut. Itulah sebabnya ia selalu membuang ikan yang besar karena tidak bisa memasaknya”.
Seringkali seperti pemancing tak berpengalaman, kita sering membuang rencana, impian, pekerjaan ataupun kesempatan besar yang diberikan oleh Tuhan. Keyakinan kita terlalu kecil untuk meyakini hal tersebut.
Seperti halnya pemancing tadi, ini bukan masalah kita membutuhkan panci memasak yang lebih besar untuk memasak ikan yang besar, tetapi bagaimana cara kita untuk meningkatkan keyakinan kita bahwa kita bisa memasak ikan yang besar itu dengan panci yang kecil.
Apapun itu sebuah masalah atau kemungkinan, Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang tidak bisa kita tangani. Ini berarti kita dapat dengan percaya diri untuk menjalani hidup ini dengan percaya diri.

Belajar hidup dari Sang Elang.



Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal, sehingga sangat
menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang ke atas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang di tepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh.
Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun
kehidupan barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.
Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!
Sumber : milist everydaymandarin@yahoogroups.com

Keyakinan akan menjadi kenyataan anda.

Sebuah terjemahan dari artikel versi bahasa inggris yang ditulis oleh Brian Tracy
1. Ketetapan hati terhadap kesuksesan
Mungkin faktor terpenting yang menentukan sukses finansial anda adalah keyakinan terhadap diri anda sendiri dan uang. Kita menyebutnya sebagai hukum keyakinan. Sederhananya : Apa saja yang selalu anda yakini akan menjadi kenyataan anda. Akibatnya kita selalu cenderung untuk menghalangi setiap informasi yang masuk yang tidak bersesuaian dengan hidup kita.
2. Apa yang diyakini oleh orang-orang yang sukses
Kita dapat menyimpulkan bahwa orang yang sukses selalu meyakini bahwa mereka memiliki kemampuan untuk sukses. Sehingga mereka tidak akan berpikir atau membicarakan kemungkinan bahwa mereka akan gagal. Mereka bahkan tidak memikirkan kemungkinan untuk gagal.
3. Berpikir Positif dan Pemahaman positif
Kita selalu menanggapi masalah sesuai dengan keyakinan kita. Sistem yang paling penting yang dapat anda bangun adalah kesadaran akan kemakmuran dimana anda yakin anda akan bisa mencapai tujuan finansial anda. Kita sebut ini sebagai pemahaman positif. Pikiran positif kadang-kadang merupakan pengharapan. Sedangkan Pemahaman positif adalah saat dimana anda yakin bahwa apa pun itu anda akan sukses.
4. Memiliki Dasar Ketekunan atau Kemauan yang keras
Prinsip lain yang berkaitan dengan keyakinan anda adalah ketekunan. Dan kita sudah mengetahui ini sebagai kunci dari setiap sukses anda. Ketekunan berdasar pada kepercayaan diri dan pendirian anda. Yakin bahwa anda memiliki kemampuan untuk mengatasi semua halangan.
Anda dapat mengembangkan ketekunan secara terus menerus dengan cara :
  • bekerja untuk tujuan anda
  • membaca biografi orang yang sukses
  • mendengarkan audio atau video motivasi
  • membaca buku tentang orang yang telah berhasil
Semakin banyak informasi tentang kesuksesan yang anda terima, semakin anda memupuk ketekunan anda untuk selalu melalui setiap rintangan yang akan anda hadapi.
5. Jadilah kreatif untuk sukses
Penting untuk diingat bahwa kesuksesan itu jarang terjadi. Mungkin hanya 1 orang dari 100 orang yang menjadi kaya. Hanya 5 persen yang bisa mencapai kebebasan finansial. Kemungkinan anda sukses adalah 19:1. Satu-satunya jalan sehingga anda mencapai tujuan anda adalah dengan bekerja serius.
Untuk sukses anda harus serius, sibuk, aktif dan selalu mengikuti perkembangan.
6. Putuskan untuk mencapai puncak
Mengontrol pikiran anda dan hidup disiplin adalah penting untuk mencapai puncak. Sangat sulit untuk mengontrol pikiran kita. Coba saja anda perhatikan selama 24 jam, yang mana lebih dominan apakah anda lebih sering berpikir tentang apa yang anda sukai atau yang tidak anda sukai.
Walaupun ini adalah sesuatu yang sulit, dengan latihan anda akan mencapai suatu titik dimana anda dapat berpikir tujuan dan keinginan anda di sebagian besar waktu anda. Pada saat itu kehidupan anda akan berubah ke arah yang lebih baik.
7. Lakukan Latihan
Ada dua yang dapat anda lakukan untuk membangun keyakinan secara konsisten terhadap sukses yang anda dambakan :
  • Ulangi kata-kata, gambaran, pikiran-pikiran yang konsisten dengan mimpi dan tujuan hidup anda. Semakin lama hal yang anda ulangi itu akan menjadi keyakinan baru untuk anda
  • Tetapkan tujuan anda tentang apa yang anda inginkan dalam 24 jam ke depan. Ini akan sulit, namun jika anda berusaha untuk menjauhkan dari apa yang tidak anda inginkan dalam 24 jam maka anda akan mulai mengubah seluruh masa depan anda
Jika anda ingin mendapatkan versi bahasa inggrisnya silahkan hubungi saya di admin@jualanbuku.com.
Mungkin saya ada salah menterjemahkan

Budaya Organisasi Perusahaan Tionghoa.

Etnik Tionghoa merupakan populasi terbesar di dunia saat ini, dan secara tradisional merupakan entrepreneur – pemilik usaha – yang berhasil di belahan bumi manapun. Banyak sekali kajian yang dilakukan untuk menilai mengapa wirausahawan Tionghoa memperoleh sukses. Karakteristik personal, gaya manajerial serta nilai-nilai sosial dan kultural memberikan kontribusi kepada wirausahawan Tionghoa secara umum.
Bisnis usahawan Tionghoa perantauan secara umum bercorak perusahaan keluarga-atau sering disebut Chinese Family-Owned Entreprise dan di Asia diperkirakan mencapai 80 persen perusahaan baik yang berskala menengah sampai besar. Kontribusi perusahaan keluarga Tionghoa terhadap pertumbuhan ekonomi Asia dapat diperkirakan berdasarkan keberhasilan pertumbuhan bisnis keluarga tersebut antar generasi.
Wirausahawan Tionghoa cenderung bersifat dinamis sekaligus pragmatis, fleksibel dan pandai membaca arah angin dan menempatkan diri serta ulet. Hal ini sangat membantu mereka bertahan dalam lingkungan bisnis yang kompetitif bahkan dalam kondisi turbulence sekalipun. Mereka mampu dan mau melayani dan mengembangkan efisiensi dan membina hubungan dengan pelanggan dan stakeholders lainnya dengan tetap menempatkan diri secara hati-hati. Gaya manajemen Tionghoa sangat menekankan human relationship.  Bahkan secara spesifik hubungan bisnis Tionghoa biasanya didasarkan persahabatan, kesetiaan dan kepercayaan lebih jauh lagi. Pada level usaha kecil, bisnis Tionghoa lebih didasarkan rasa saling percaya antara pekerja dengan pemilik, dari pada kontrak kerja. Pada banyak perusahaan keluarga milik pengusaha Tionghoa, menjalankan bisnis keluarga dan mengikutsertakan hubungan keluarga ke dalam perusahaannya. Bahkan pada level perusahaan yang sudah go international sekalipun hal ini kerap terjadi.

Budaya Organisasi

Manajemen dan gaya bisnis perusahaan keluarga Tionghoa sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Confusians, di antaranya adalah orientasi manajemen lebih mengedepankan kepada prestasi bersama, ketidakpercayaan manajer kepada kemampuan bawahan, munculnya kerjasama berdasarkan kepatuhan serta sangat mementingkan hubungan dan keserasian. Manajer memegang teguh prinsip orientasi kelompok atau kepentingan bersama. Prestasi individual dianggap sebagai hasil kelompok yang menyebabkan manajer Tionghoa menganut etika manajemen non kompetitif.

Di dalam banyak perusahaan keluarga Tionghoa, manajer tidak sepenuhnya mempercayai bawahan. Hal ini antara lain karena alasan nilai hierarkis. Mereka menganggap organisasi perusahaan sebagai sistem keluarga yang menempatkan dan memperlakukan bawahan sebagai “anak-anak” yang harus bergantung dan tidak pernah dapat dipercayai sepenuhnya oleh “orangtua”. Manajer dipandang sebagai “orangtua” yang harus menjaga dan mengawasi “anak-anak”. Banyak perusahaan Tionghoa dijalankan oleh satu figur ayah yang kuat. Sebagian manajer menganggap bawahan mereka secara psikologis tidak cukup matang untuk memikul tanggung-jawab pekerjaan-pekerjaan manajerial, sehingga hampir semua keputusan penting diambil sendiri. Lingkungan kerja cenderung semi otoriter. Bawahan diharapkan tunduk dan menjalankan instruksi atasan mereka dengan sungguh-sungguh. Kompromi dan kepatuhan bawahan merupakan nilai budaya Tionghoa yang mendasar sehingga kadang-kadang dianggap lazim oleh manajer.
Secara teoritis, partisipasi karyawan merupakan suatu hal yang penting dalam sistem manajemen Tionghoa. Sayangnya, pada kebanyakan perusahaan, teori dan praktek merupakan dua hal yang terpisah. Mereka biasanya hanya diperbolehkan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan kondisi kerja, bukan pada kebijakan strategis. Manajer menengah Tionghoa menyerahkan berbagai keputusan penting kepada manajer yang lebih tinggi, tidak mau memberikan saran atau pendapat pribadi, dan enggan memikul tanggung-jawab atas kinerja perusahaan.
Dengan meningkatnya kebutuhan akan pengetahuan profesional di setiap bidang pekerjaan, banyak perusahaan keluarga Tionghoa menyadari bahwa pendelegasian kewenangan pengambilan keputusan harus mempertimbangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan bawahan. Walaupun beberapa sikap organisasi perusahaan sudah membaik, para manajer senior Tionghoa masih memakai gaya otoriter sejauh menyangkut pembuatan keputusan akhir yang penting dan strategis. Para penyelia dan manajer menengah belum memiliki kekuasaan yang berarti untuk mempengaruhi berbagai keputusan akhir.
Pertanyaan tentang siapa yang membuat keputusan dan siapa yang bertanggung- jawab atas proses pembuatan keputusan di perusahaan keluarga Tionghoa mengandung dua paradoks, dengan kadangkala merupakan dua hal yang berbeda.
Paradoks pertama, yang bisa menjadi alasan paradoks kedua, bahwa pembuatan keputusan bersama itu hanya formalitas dan tidak menyentuh substansi, terutama bila keputusan itu dibuat pada tingkat departemen. Meskipun ada sistem partisipasi formal yang memastikan pimpinan membuat keputusan secara kolektif, banyak manajer puncak perusahaan Tionghoa masih lebih suka mengambil keputusan secara sepihak menurut kedudukan mereka yang istimewa dalam hierarki.
Paradoks kedua, para manajer seolah-olah bertindak secara bertanggung- jawab, tetapi sebenarnya mereka “tidak bertanggung- jawab” atas pelaksanaan keputusan. Kebanyakan manajer Tionghoa mungkin akan mengelak dari tanggung-jawab apabila timbul masalah yang tidak terduga. Budaya mereka mengkondisikan untuk tidak membuat keputusan akhir dan cenderung tidak melaksanakan keputusan yang tidak mereka buat. Beruntunglah mereka karena prosedur pengambilan keputusan bersama memberi jalan yang aman kepada para manajer untuk mengelak dari tanggung-jawab. Mereka dapat memanfaatkan sifat kebersamaan sebagai dalih untuk menghindari tugas manajerial perorangan, karena kebanyakan keputusan memang dibuat melalui beberapa pertemuan konsultatif resmi.Kendati demikian kebanyakan organisasi perusahaan Tionghoa mulai mengubah gaya manajemen mereka. Otoritas para manajer kini bergantung kepada kemampuan untuk melaksanakan dan juga cara  menerapkan pengetahuan secara professional, bukan atas dasar kedudukan. Semakin besar kekuasaan – semakin banyak pengetahuan yang dimiliki para manajer, serta semakin banyak pula dukungan dan kerjasama yang diberikan oleh bawahan dalam prosedur pembuatan keputusan.** *
Irvan Nasir
Peminat masalah budaya perusahaan yang bermastautin di Pekanbaru

Self Efficacy – Mereka tidak menyerah.

Penulis Ikhwan Sopa
Berikut ini adalah sebagian inspirasi dari “Self Efficacy”-nya Dr. Albert Bandura, sebagiannya lagi dari memungut di sana dan di sini. Semoga bermanfaat.
Abraham Lincoln berangkat ke medan perang sebagai kapten dan kembali sebagai prajurit. Kemudian, dia gagal sebagai pebisnis. Sebagai ahli hukum di Springfield, dia sangat tidak praktis dan temperamental untuk sukses. Dia beralih ke dunia politik dan kalah pada usaha pertamanya untuk menjadi anggota legislatif, kemudian kalah lagi dalam nominasi menjadi anggota konggres, kemudian gagal menjadi komisioner di General Land Office, kalah lagi dalam pemilihan senator tahun 1854, kalah lagi dalam pemilihan Wakil Presiden tahun 1856, dan kalah lagi dalam pemilihan senat 1858. Dia menulis kepada seorang temannya, “Saya sekarang adalah manusia hidup yang paling menderita. Jika apa yang saya rasakan dibagi rata kepada semua umat manusia, maka tak ada wajah yang ceria di muka bumi ini.”
Winston Churcill harus mengulang di sekolah dasar, dan saat ia memasuki sekolah berikutnya, Harrow, ia ditempatkan di bagian terendah di kelas terendah. Selanjutnya, ia gagal dua kali dalam ujian masuk Royal Military Academy at Sandhurst. Ia kalah dalam pemilihan anggota parlemen. Ia menjadi perdana menteri di usia 62 tahun. Ia kemudian menulis, “Never give in, never give in, never, never, never, never – in nothing, great or small, large or petty – never give in except to convictions of honor and good sense. Never, Never, Never, Never give up.”

Socrates
, dijuluki sebagai “koruptor kaum muda yang amoral” karena ajarannya. Ia meneruskan korupsinya, bahkan setelah dijatuhi hukuman mati. Ia mati minum racun dan tetap dalam keadaan korupsi.
Sigmund Freud menuai “Huuu…!” yang meriah saat pertama kali mempresentasikan idenya di hadapan masyarakat ilmiah Eropa. Ia kembali ke kantornya dan tetap menulis.
Guru-guru Thomas Alva Edison berkata, “dia terlalu tolol untuk belajar apapun.” Dia dipecat dari pekerjaan pertamanya karena “tidak produktif”. Sebagai penemu, Edison membuat 1.000 percobaan yang gagal sebelum menemukan bola lampu. Saat seorang wartawan bertanya kepadanya, “Apa rasanya gagal seribu kali?” Edison menjawab, “Saya nggak gagal seribu kali. Bola lampu ditemukan dengan seribu langkah.”
Albert Einstein tidak bisa bicara sampai berusia 4 tahun dan tidak bisa membaca sampai usia 7 tahun. Orangtuanya beranggapan bahwa dia abnormal. Salah satu gurunya mendeskripsikan Einstein dengan, “mentalnya terlalu lemot, tidak sosial, dan terus bertualang dalam impian bodoh.” Dia dikeluarkan dari sekolah dan ditolak masuk ke sekolah politeknik Zurich. Einstein sangat sedikit belajar bicara dan menulis. Ia bahkan sedikit sekali belajar matematika.
Louis Pasteur hanyalah murid rata-rata di sekolahnya. Ia ranking 15 dari 22 di kelas kimia.
Setelah audisi pertamanya, Sidney Poitier dinasehati oleh direktur casting, “mengapa kamu tidak berhenti menghamburkan waktu orang lain dan pergilah keluar sana jadi tukang cuci piring atau apalah gitu?” Saat itulah, ia memutuskan untuk membaktikan dirinya dalam dunia akting.
Henry Ford gagal dan bangkrut lima kali sebelum dia sukses dengan mobilnya.
Stan Smith ditolak menjadi ball boy untuk Davis Cup karena “terlalu aneh dan kikuk.” Dia tetap aneh dan kikuk, dan memenangkan Wimbledon dan US Open. Dan, delapan piala Davis.
RH Macy gagal dan bangkrut tujuh kali sebelum tokonya merajalela di New York.
Saat Bell Telephone Company jungkir balik di masa-masa awalnya, pemiliknya Alexander Graham Bellapa manfaatnya mainan elektronik yang ditawarkan perusahaan ini.” menawarkan seluruh haknya ke Western Union seharga 100,000 USD. Penawaran itu ditolak dengan balasan, “
Michael Jordan berkata, “Sepanjang karir Saya, Saya gagal 900 kali melempar bola. Saya kalah di hampir 300 pertandingan. 26 kali Saya dipercaya untuk melakukan lemparan kemenangan, dan gagal. Saya gagal dan gagal lagi di sepanjang hidup Saya. Itulah sebabnya Saya sukses.”
Walt Disney dipecat dari jabatannya sebagai editor di sebuah koran, sebab dianggap “tidak punya imajinasi dan tak punya ide bagus.” Dia bangkrut beberapa kali sebelum membangun Disneyland. Faktanya, taman bermain itu ditolak oleh kota Anaheim dengan alasan hanya akan mengundang manusia sampah dan gelandangan.
Saat pertama kali Jerry Seinfeld manggung sebagai pelawak profesional, dia melihat audience, terdiam kaku, dan lupa bahasa Inggris. Dia mencoba berjuang sekitar satu setengah menit sebelum didepak dari panggung. Dia kembali lagi malam berikutnya, dan menutup aksinya dengan applause yang sangat meriah.
18 penerbit menolak menerbitkan buku Richard Bach. Macmillan akhirnya menerbitkan “Jonathan Livingston Seagull” di tahun 1970. Tahun 1975, 7 juta kopi buku itu beredar, hanya di Amerika saja.
Setelah peran pertamanya sebagai bellboy di film “Dead Heat on Merry-Go-Round”, Harrison FordDuduklah nak,” ia berkata. “Saya akan bercerita. Saat pertama kali Tony Curtis tampil dalam film, perannya hanyalah mengantarkan sebuah kantong belanja. Kami melihatnya dan kami langsung tahu bahwa ia adalah bintang besar.” Ford membalas, “Saya kira Bapak melihatnya sebagai kurir kantong belanja.” Tuan wakil presiden berdiri dan berkata, “Kamu nggak ngerti juga ya, kamu nggak ngerti juga… sekarang minggat deh dari sini! dipanggil wakil presiden studio film ke kantornya. “
Kepala sekolah Michael Cain berkata padanya, “Kamu bakal jadi pekerja di sepanjang hidup kamu.” Michael Cain mempekerjakan dirinya dan mendapatkan dua Academy Award.
Charlie Chaplin awalnya ditolak oleh berbagai studio di Hollywood sebab pantomimnya dianggap “nonsense”.
Di SMU, Robin Williams terpilih sebagai “Yang Paling Kecil Kemungkinan Suksesnya”.
Decca Records membatalkan kontrak rekaman The Beatles dengan alasan, “Kami tidak suka suara mereka. Grup band dengan gitar bakal segera punah.” Setelah itu, Columbia Records juga mendepak mereka.
Tahun 1954, Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry, memecat Elvis Presley setelah satu kali manggung. Mereka bilang ke Elvis, “Kamu nggak bakal kemana-mana, nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi supir truk saja.”
Beethoven biasa memegang biola dengan cara yang aneh dan lebih memilih memainkan karyanya sendiri ketimbang memperbaiki tekniknya. Gurunya menyebut dia sebagai “komponis tanpa harapan”. Ia menulis lima simfoni terkenalnya, dengan telinga yang tuli total.
Sebuah dealer barang seni menolak Picasso saat ia ingin numpang berteduh menyelamatkan lukisannya dari guyuran hujan. Tak lama kemudian dealer itu bangkrut.
Van Gogh hanya berhasil menjual satu lukisan saja di dalam hidupnya. Itupun, dijual kepada saudara dari temannya seharga 400 franc (sekitar 50 USD). Ini tidak membuatnya berhenti untuk berkarya menghasilkan lebih dari 800 lukisan.
12 penerbit menolak “Harry Potter” karya JK Rowlings sebelum sebuah penerbit kecil setuju menerbitkan “Harry Potter and The Philosopher’s Stone”.
Komputer masa depan beratnya tidak akan lebih dari satu setengah ton.” (Popular Mechanics, meramalkan kemajuan ilmu pengetahuan, 1949.)
Saya rasa, akan ada pasar dunia untuk sekitar lima komputer.” (Thomas Watson, chairman of IBM, 1943.)
Saya sudah kemana-mana di negeri ini dan berbicara dengan orang-orang terbaik, dan Saya bisa meyakinkan Anda bahwa data processing adalah lelucon yang tak akan bertahan sampai akhir tahun.” (Editor kepala untuk buku bisnis di Prentice Hall, 1957.)
Tapi apa bagusnya?” (Insinyur di divisi Advanced Computing Systems IBM, mengomentari microchip, 1968)
Tidak ada alasan mengapa orang harus punya komputer di rumahnya.” (Ken Olson, president, chairman dan founder of Digital Equipment Corp, 1977.)
Telepon ini terlalu merepotkan untuk dipertimbangkan sebagai alat komunikasi. Tak ada nilainya buat kita.” (memo rapat di Western Union, 1876.)
Kotak musik tanpa kabel ini tak ada nilai komersialnya. Siapa sih yang mau membayar untuk lagu yang dikirim kepada orang yang tidak jelas?” (Kolega David Sarnoff saat menolak investasi di bidang radio sekitar tahun 20-an.)
Siapa sih yang mau mendengar aktor berbicara?” (HM Warner, Warner Bros, 1927 sesaat sebelum era film bisu berakhir.)
Mesin terbang yang lebih ringan dari udara. Itu mustahil banget.” (Lord Kelvin, president, Royal Society, 1895.)
Kami lalu pergi ke Atari dan berkata, kami punya sesuatu yang istimewa, separuhnya menggunakan sparepart Anda, maukah Anda membiayai kami? Kami cuma mau mengerjakannya, nanti kami berikan seluruhnya kepada Anda. Bayar gaji kami, kami akan bekerja untuk Anda. Mereka bilang: nggak. Lalu kami pergi ke Hewlett-Packard; mereka bilang, kami tidak butuh Anda. Anda bahkan belum lulus kuliah.” (Steve Jobs, founder Apple Computer saat merayu Atari and HP agar mau berinvestasi untuk membuat PC.)
Mengebor untuk minyak? Maksud kamu mengebor tanah untuk menemukan minyak? Gila luh!” (Tukang bor yang ditawari Edwin L Drake untuk mengebor minyak, 1859.)
Pesawat terbang itu mainan bagus. Tapi nggak ada gunanya untuk militer.” (Marsekal Ferdinand Foch, Professor of Strategy, Ecole Superieure de Guerre.)
Memory sebesar 640K sudah cukup untuk setiap orang.” (Bill Gates of Microsoft, 1981.)
21 penerbit menolak novel humor Richard Hooker, M*A*S*H. Padahal dia mengerjakannya tujuh tahun.
22 penerbit menolak buku James Joyce “The Dubliners”.
27 penerbit menolak buku pertama Dr. Seuss, “To Think That I Saw It on Mulberry Street”
Jack London meneriman enam ratus surat penolakan sebelum berhasil menjual kisah pertamanya.
Novelist kriminal Inggris John Creasey menerima 753 surat penolakan sebelum ia berhasil menerbitkan 564 buku.
William Saroyan mengumpulkan seribu penolakan sebelum berhasil menerbitkan “Way to not take a hint, Bill!”
Kolonel Harland Sanders ditolak ratusan kali, sebelum KFC-nya ngetop ke seluruh dunia.
Daniel Boone ditanya apakah dia pernah tersesat di tengah hutan. Boone menjawab, “nggak, tapi pernah sih kesasar tiga hari.”
John Milton menulis “Paradise Lost” selama 16 tahun setelah ia kehilangan penglihatannya.
Seorang profesor di MIT membuka kursus “Gagal”. Dia melakukannya, katanya, karena kegagalan adalah pengalaman yang lebih sering terjadi ketimbang sukses. Dalam sebuah interview seseorang bertanya kepadanya, apakah ada yang gagal dalam kursusnya itu. Ia berpikir sejenak dan kemudian berkata, “nggak sih, tapi ada dua yang tidak menyelesaikan.”
James Sastrowijaya dari Jakarta, ditolak 20 bank sebelum berhasil meyakinkan enam bank. Ia kemudian menjadi milyarder properti dengan modal nol rupiah.
Masbukhin si raja voucher, gagal bisnis berkali-kali sebelum menjadi “Karyawan Ber-Omzet Milyaran”.
Toko Roni Yuzirman di Tanah Abang terbakar. Ia kini makin berhasil dengan toko online, “Manet Vision”.
Seorang peserta seminar Tung Desem Waringin mengaku, “Tiga tahun yang lalu Saya adalah cleaning service di Golden Truly”. Sekarang, Saya punya Jaguar sendiri.
Ikhwan Sopa
Trainer E.D.A.N.